Konsep dalam Desain Interior




Konsep desain interior adalah dasar pemikiran desainer di dalam memecahkan permasalahan atau problem desain. Konsep desain ditetapkan setelah desainer dapat mengidentifikasi atau menyimpulkan problem desain sebagai hasil analisa data yang diperoleh dari pemberi tugas


Contoh: Design brief menyatakan kebutuhan akan ruang keluarga yang kondusif sehingga seluruh anggota keluarga merasa nyaman bersosialisasi termasuk orang tua.

Problem Desain Ruang keluarga harus memiliki persyaratan sebagai berikut:
1. Menyediakan fasilitas bersantai yang cukup nyaman
2. Suasana ruang yang cukup nyaman untuk bersantai
3. Ruang akses yang memudahkan pengguna
4. Daya tarik visual dan psikologis

Konsep Desain
1. Ruang dengan fasilitas yang kompak
2. Suasana tidak formal atau sangat kasual
3. Konsep ruang: Transparan/Terbuka
4.Warna dan material yang hangat dan akrab

Konsep Desain Interior
Konsep desain dinilai baik bila data yang diperoleh dari pemberi tugas lengkap dan akurat.

Kelengkapan data tersebut di atas ditentukan oleh berapa hal:
Kejelasan tentang kebutuhan atau masalah yang disampaikan oleh pemberi tugas.

Kemampuan desainer di dalam menangkap informasi yang diterima secara pasif atau aktif melalui riset atau wawancara dan observasi dan kemampuan untuk mengidentifikasi problem desain tersebut. 

Konsep Programatik
Contoh: 
Bila sebuah ruang kerja, atas dasar analisa data memerlukan pembagian ruang maka ketetapan untuk membagi ruang tersebut secara kelompok menjadi dua atau lebih disebut konsep programatik, sedangkan jika ruang tersebut harus dipisah secara semi transparan menggunakan partisi adalah konsep desain.

Konsep yg khusus ditetapkan sesuai dgn karakterisitik media atau elemen desainnya antara lain :
Konsep ruang
Konsep skema warna dan material
Konsep pencahayaan
Konsep furniture
Konsep pengendalian lingkungan

Konsep Ruang
Organisasi Ruang
Bentuk Ruang
Keteraturan ( teratur atau tidak teratur )
Bentuk dasar / shape ( lingkarang, persegi, segitiga )
Bentuk planotik ( kubah, piramid, kubus )

Centralized / Memusat
Membutuhkan dominasi bentuk geometris yang lokasinya emmusat seperti bola. Bentuk ini cenderung memisahkan diri dari unsur lingkungan sehingga mendominasi suatu titik di ruang tersebut.
Bentuk ini mengekspresikan prosesi
dan gerakan, dan tampak sebagai perulangan suatu bentuk.
Linier
Cluster dimaksudkan untuk mengurangi keborosan dalam melakukan organisasi ruang, sehingga tidak mengalokasikan unsur ruang melainkan mendekatkannya satu sama lain.

Cluster / Sistem Berkas
Sistem menyusun grid dimaksudkan untuk membuat unsur ruang tertata simetris untuk memaksimalkan volume ruangan.

Grid Radial
Bentuk ini terdiri dari beberapa bentuk linier yang ditarik dari titik pusatnya. Bentuk radial dapat dikembangkan menjadi jaringan sejenis dimana beberapa ruang pusat dihubungkan dengan bentuk linier.

Blocking
Kesamaan fungsi ruang : ruang publik/privat
Kesamaan sifat ruang : dinamis/statis , bising/tenang, dll
Kesamaan hirarki ruang : berkaitan dengan status sosial pengguna

Prinsip Komposisi Estetik Ruang
Axis
Simetri
Hierarki / kontras
Repetisi / irama
Derajat Pembentukan Ruang
Bentuk Sirkulasi
Bentuk Hubungan Antarruang
Ruang dalam ruang
Ruang yang saling mengikat
Ruang yang berdekatan
Ruang umum yang menghubungkan ruang lain
Tata letak furniture
Fungsi ruang
Sifat ruang
Skala dan proporsi ruang ( dimensi )
Konsep Warna dan Material
Sifat warna
Visual Effect
Material alam atau buatan
Simbolisasi / konvensi
Formal / informal - Modern / konvensional
Kualitas permukaan material ( matt atau glossy )
Bentuk / pola penerapan material
Konsep Pencahayaan
Natural / daylight atau artificial
Efisiensi dan efektifitas biaya
Lampu berjenis cool / warm light
Psychological effect
General / customized lighting ( penerangan umum atau khusus )
Direct / indirect light
Visual effect
Konsep Mebel
Built-in atau Loose Furniture
Flexibility
Furniture sebagai bagian dari interior atau terpisah
Visual effect
Standard atau Custom Made
Style dari furniture
Image / theme approach
Konsep Pengendalian Lingkungan
Natural atau cross air sirculation vs Artificial air con
Energy saving system

Tujuan Penetapan Konsep Desain
Konsep desain ditetapkan dengan tujuan untuk mengurangi resiko kegagalan di dalam tahap pemecahan desain, memperkecil pilihan solusi desain - yang sudah mengarah kepada pemecahan desain mendasar yang menjadi tujuan dari perancangan.

Cara Penerapan
Integrasi cara berpikir, logika analisis, dan kreatifitas.
Cara berpikir kritis & daya nalar yang tinggi dan pemahaman prinsip desain interior, wawasan praktek, dan imajinasi efek visual.
Presentasi berupa teks, skematis, dan grafis / gambar

Beberapa unsur konsep desain :
Citra / image karakter, misalnya alam/nature
Sifat kegiatan
Gaya desain